Ratusan pelanggan sudah menikmati bisnisnya berjalan lancar dengan layanan dari kami. Sekarang giliran anda, tunggu apa lagi? Free T-Shirt keren setiap pembuatan website baru Paket Standart, Pro & Bisnis.

Jual Beli Love Bird di Bantul Yogyakarta. Seorang peternak love bird muda bernama Irfan Zidni sukses mengembangkan bisnisnya dalam usaha ternak dan penangkaran burung berjenis love bird ini. Kecintaannya terhadap hobbynya itu membuahkan hasil. Awal mula usahanya itu hanya sekedar hobby dan iseng saja untuk membuat peliharaan kesayanganya itu menjadi banyak. Namun, lama kelamaan hobby yang dimilikinya membuahkan sebuah hasil dan ia terus menggeluti hobby dan usahanya dalam penangkaran love bird.

Saat kami mewawancarainya, ia menceritakan kepada kami berbagai tips sukses berternak burung love bird. Mulai dari cara memelihara hingga memberi makan burung yang cantik dan unik ini. Irfan Zidni atau yang biasa kita sebut (Xozid) memaparkan bahwa siapa saja yang ingin beternak love bird hanya membutuhkan ketlatenan dan kecintaan pada peliharaan. Dia juga bercerita dan menjelaskan kepada kami macam-macam dan jenis burung love bird yang kurang lebih seperti yang saya tulis disisni.

Lovebird atau burung cinta merupakan salah satu jenis burung yang mempunyai warna paling indah dan cantik. Maka tak heran, Lovebird sering dikembangbiakkan oleh para penghobi burung seperti Xozid, hanya untuk mencari warna-warna baru dan langka. Semakin langka warna Lovebird, maka harga jualnya semakin tinggi. Kendati demikian, pada dasarnya Lovebird hanya terdiri dari sembilan jenis saja, seperti Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis), Lovebird Topeng (Agapornis personata), Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae), Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis), Lovebird Fischer (Agapornis fischeri), Lovebird Abisinia (Agapornis taranta), Lovebird Madagaskar (Agapornis cana), Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria), dan Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana).

Namun, seiring berjalannya waktu, Lovebird sering disilangkan untuk menghasilkan warna mutasi bulu. Beberapa jenis Lovebird yang sering disilangkan untuk menghasilkan warna mutasi antara lain, Lovebird Muka Salem, Lovebird Fischer, dan Lovebird Topeng. Nantinya, setiap jenis Lovebird tadi akan menghasilkan warna mutasi baru yang beraneka ragam. Seperti halnya, Lovebird Muka Salem dapat menghasilkan banyak varian warna mutasi, di antaranya Lovebird Lutino, Lovebird Australian Cinnamon, Lovebird Biru Pastel, Lovebird Blorok/Pied, dan Lovebird Albino. Sementara, warna mutasi Lovebird Topeng adalah Lovebird Biru, seperti yang dikutip dari Sumber-Burung.

Ada lagi hasil mutasi Lovebird yang lebih mengesankan, yakni Lovebird Parblue (Partial Blue). Lovebird jenis ini tergolong langka dan harganya sangat mahal. Harga Lovebird Parblue yang terlihat cantik dan eksotik bisa dibanderol sebesar Rp 15 juta – Rp 20 juta per ekornya. Nah, lebih jelasnya, saya akan menunjukkan macam-macam jenis Lovebird tercantik yang sudah di terangkan oleh teman kita tadi.

1. Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis)

Lovebird Muka Salem paling mudah dijumpai di sebelah selatan Afrika, Namibia, dan Angola. Lovebird jenis ini mempunyai postur tubuh yang menawan. Bagian tubuh bagian bawah berwarna hijau kekuningan. Biasanya, bulu dahi dan bagian belakang mata berwarna merah. Lalu, pada bagian pipi, leher, dan dada berwarna pink. Sementara, sayap Lovebird Muka Salem berwarna hijau, tapi bagian ujungnya berwarna kebiruan.

2. Lovebird Topeng (Agapornis personata)

Sesuai namanya, Lovebird Topeng mempunyai warna gelap di bagian muka. Oleh karena itu, dia dipanggil Lovebird Topeng. Burung ini pertama kali ditemukan di Timur Laut Tanzania dan dibudidayakan pertama kali di Kenya. Lovebird Topeng mempunyai warna dominan hijau. Meski begitu, pada bagian dada biasanya berwarna kuning. Sayangnya, Lovebird jenis ini sangat sulit dibedakan mana jantan dan betina karena keduanya hampir sama.

3. Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae)

Lovebird Nyasa punya nama panggilan lain, yakni Lovebird Lilian. Burung yang memiliki warna bulu dominan hijau ini bila disilangkan akan menghasilkan warna mutasi yang unik, yaitu Lovebird Biru dan Lovebird Lutino. Kalau Anda tertarik, Anda bisa menemukan banyak Lovebird Nyasa di kawasan Tanzania, Malawi, Mozambik, Zambia tenggara dan Zimbabwe Utara.

4. Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis)

Kalau dilihat sekilas, Lovebird Pipi Hitam hampir sama dengan Lovebird Topeng. Namun, ternyata setelah diamati dengan saksama, yang berwarna hitam hanya bagian pipinya saja. Untuk bagian tubuhnya, hampir keseluruhan berwarna hijau kekuning-kuningan. Burung seperti ini paling suka tinggal di daerah hutan gugur di dekat perairan dan daerah yang banyak memiliki habitat seperti itu adalah Zambia serta air terjun Victoria, Zimbabwe.

5. Lovebird Fischer (Agapornis fischeri)

Lovebird Fischer pertama kali ditemukan oleh Gustav Fischer yang berasal dari Jerman. Burung ini nampak begitu cerah dengan perpaduan warna merah, orange, kuning, dan hijau. Lovebird Fischer saat ini cukup banyak dijumpai di Indonesia. Namun, kalau Anda mau menemukannya lebih banyak, Anda bisa berkunjung ke habitat asli Lovebird Fischer, yakni di daerah Afrika bagian timur, tengah, selatan, tenggara, dan di danau Victoria Tanzania utara.

6. Lovebird Abisinia (Agapornis taranta)

Lovebird Abisinia terlihat agak monoton karena hanya memiliki perpaduan dua warna saja, yakni hijau tua dan hitam. Namun, jangan salah, Lovebird Abisinia termasuk Lovebird yang paling besar di antara Lovebird yang lain. Selain itu, yang membuat Lovebird Abisinia menarik adalah warna dahinya yang berwarna orange kemerahan. Habitat asli burung ini terletak di bagian selatan Eritrea sampai barat daya negara Ethiopia.

7. Lovebird Madagaskar (Agapornis cana)

Kalau Lovebird Abisinia dikenal sebagai Lovebird paling besar, nah sekarang akan kami perkenalkan dengan Lovebird paling kecil, yaitu Lovebird Madagaskar. Sebenarnya, Lovebird Madagaskar bukan burung yang paling kecil. Hanya saja, ukuran tubuhnya relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan teman sebayanya. Bobot tubuhnya saja, sekitar 30 gram. Selain itu, jenis Lovebird yang satu ini juga sangat mudah dikenali karena hanya memiliki kombinasi warna hijau dan abu-abu saja. Burung ini sangat sulit ditemukan di Indonesia karena dia tinggalnya di pulau Madagaskar, Afrika.

8. Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria)

Masih ingat dengan Lovebird yang dahinya merah? Nah, kali ini berbeda. Sebab, yang merah bagian mukanya. Mungkin banyak orang menyangka, dia termasuk tipe burung pemalu, namun sebenarnya Lovebird Muka Merah tidak demikian. Sejak lahir bagian muka dan dahinya sudah berwarna merah. Kalau tubuhnya rata-rata berwarna hijau kekuning-kuningan. Populasi Lovebird Muka Merah bisa ditemukan di daerah pesisir pantai Afrika tengah hingga bagian barat Ethiopia.

9. Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana)

Lovebird Kerah Hitam termasuk burung Cinta yang langka. Burung ini dapat dikenali dari bagian kerahnya yang berwarna hitam dan lehernya yang berwarna kecoklatan. Namun, yang paling dominan adalah warna hijau. Di samping itu, ukuran tubuhnya hampir sama dengan Lovebird Madagaskar. Meski begitu, tetap saja, yang terkecil adalah Lovebird Madagaskar. Kalau ingin berjumpa dengan Lovebird Kerah Hitam, Anda bisa mengunjungi bagian khatulistiwa negara Afrika.

10. Lovebird Pastel

Lovebird Pastel sering kali menjadi burung incaran para penggemar Lovebird. Pasalnya, warna bulunya cenderung lebih kalem atau soft jika dibandingkan dengan yang lain. Bila biasanya warna Lovebird itu hijau tua dan kuning, maka Lovebird Pastel akan tampil dengan warna hijau muda dan kuning muda. Meski begitu, ada Lovebird yang warnanya lebih muda dari Pastel, yakni Dilute. Lovebird jenis Dilute sering disebut dengan Lovebird yang memiliki warna bulu yang telah mencair. Nah, Lovebird Pastel yang paling umum dijumpai di Indonesia antara lain, Lovebird Pastel Ijo (Pasjo), Lovebird Pastel Kuning (Paskun), Lovebird Pastel Biru (Pasblue).

11. Lovebird Cobalt

Lovebird Cobalt lebih dikenal masyarakat dengan Lovebird berwarna biru. Sebab, hampir keseluruhan bagian tubuhnya berwarna biru (telur asin). Hanya bagian kepala hingga leher yang berwarna abu-abu. Namun, ada jenis burung lain yang mirip dengan Lovebird Cobalt, yakni Lovebird Biru Violet. Lovebird jenis ini sama-sama memiliki bulu berwarna biru, hanya saja bagian kepalanya berwarna hitam lengkap dengan kaca mata yang indah. Kemudian bagian leher dan dada Lovebird Biru Violet biasanya berwarna putih.

12. Lovebird Batman

Pernah mendengar jenis Lovebird Batman? Seperti namanya, Lovebird ini memiliki warna yang cenderung gelap yaitu abu-abu dan putih. Meski tidak sepenuhnya berwarna gelap atau hitam, tapi banyak penggemar burung yang menyebutnya Lovebird Batman. Kalau sudah dewasa, Lovebird Batman akan terlihat seperti Batman sungguhan. Pasalnya, bagian sayapnya telah berubah menjadi hitam pekat.

13. Lovebird Merah

Lovebird Merah merupakan warna mutasi dari Lovebird jenis lain. Sayangnya, untuk mendapatkan Lovebird Merah sangat sulit sekali. Kalaupun ada, tidak semua bulunya berwarna merah. Biasanya, warna merah di bulunya diselingi dengan warna orange, kuning, dan putih. Karena sangat sulit didapat, wajar saja kalau harga Lovebird Merah cukup mahal. Untuk Lovebird Merah yang masih muda biasanya dibanderol sekitar Rp 1 jutaan. Harga segitu untuk Lovebird yang warna merahnya tercampur dengan warna lain atau blorok. Kalau warnanya polos merah, mungkin lebih mahal lagi.

14. Lovebird Albino

Beberapa dari Anda pasti sudah pernah melihat Lovebird Albino. Ya, Lovebird dengan warna bulu putih polos ini memang cukup unik karena tidak memiliki variasi warna lain. Sebagian orang menyukai burung jenis ini karena terlihat bersih. Lovebird Albino cukup langka di Indonesia, tetapi harganya tidak semahal Lovebird Merah. Kalau harga Lovebird Merah mencapai Rp 1 jutaan ketika masih muda, maka harga Lovebird Albino hanya Rp 700 ribuan saja.

15. Lovebird Olive

Lovebird Olive merupakan salah satu dari tiga jenis Lovebird berwarna hijau. Lovebird warna hijau ada tiga jenis, di antaranya Hijau Standard atau WildColour, Dark Green (Hijau Tua), dan Double Dark Green (DD Green) atau biasa disebut Olive. Jadi, kalau Anda menjumpai Lovebird dengan warna hijau yang sangat tua, sudah pasti itu adalah Lovebird Olive. Bagian warna hijau ini tidak menyelimuti keseluruhan tubuhnya, melainkan hanya bagian dada, sayap, punggung, hingga ujung ekor saja. Untuk kepalanya sendiri, biasanya berwarna orange, kuning, dan pink.

16. Lovebird Parblue

Lovebird Parblue adalah akronim dari kata Partial Blue (sebagian biru). Ini artinya Lovebird Parblue memiliki warna bulu yang sebagian biru, tetapi untuk kepala biasanya cukup kontras dengan warna birunya. Terkadang, warna kepala bisa berwarna kuning, orange, dan putih. Lovebird Parblue pertama kali ditemukan oleh Felix de Valle dari Amerika. Setelah itu, Lovebird Parblue dikembangkan ke daratan Eropa, hingga akhirnya sampai ke Indonesia. Jenis Lovebird Parblue yang paling terkenal di dunia adalah Lovebird Fischer Parblue dan Lovebird Persotana Parblue.

Untuk mencetak Lovebird Parblue, sebenarnya tidak terlalu sulit tapi dana yang dikeluarkan cukup besar. Pasalnya, indukan untuk menghasilkan Lovebird Parblue biasanya mahal. Jika Anda ingin menghasilkan Lovebird Parblue seharga Rp 30 juta, maka Anda harus membeli Lovebird Biola seharga Rp 10 juta dan Lovebird Parblue seharga Rp 10 juta. Nantinya, kalau Anda beruntung, maka anakannya adalah Lovebird Biola Parblue yang bisa dijual seharga Rp 30 juta. Selain itu, jika Anda ingin mencetak Lovebird Parblue Personata, Anda bisa menyilangkan Lovebird Parblue dengan Lovebird Batman.

17. Lovebird Blorok

Lovebird Blorok termasuk salah satu jenis Lovebird yang unik. Sebab, warna bulunya tidak selalu memiliki dominan warna tertentu. Warna bulu Lovebird Blorok biasanya semburat antara warna putih dengan warna yang lain. Beberapa jenis Lovebird Blorok adalah Lovebird Parblue Blorok dan Lovebird Merah Blorok. Lovebird jenis ini sangat mudah dikenali karena warnanya terlihat seperti gradasi dari warna-warna yang lain.

Untuk menghasilkan warna Lovebird Blorok, Anda harus menyilangkan jenis Lovebird yang berbeda. Misalnya, menyilangkan Lovebird Lutino dengan Lovebird Dakori. Nantinya, kemungkinan anakan Lovebird yang muncul adalah Lovebird Blorok hijau atau Lovebird Green Series.

18. Lovebird Halfsider

Lovebird Halfsider adalah Lovebird yang paling langka dan sangat sulit dikembangbiakkan. Lovebird jenis ini mempunyai perpaduan warna yang unik, yakni setengah warna putih setengahnya lagi warna kuning. Jadi, kalau dilihat dari samping, seperti terdapat dua ekor burung dalam satu sangkar. Keunikan perpaduan Lovebird Halfsider juga cukup aneh karena berada tepat di tengah-tengah garis tubuhnya. Untuk harga, tak perlu ditanyakan lagi. Bila Lovebird biasa harganya Rp 750 ribu, maka harga Lovebird Halfsider bisa mencapai 20 kali lipat dari harga Lovebird biasa.

19. Lovebird Lutino

Lovebird Lutino dikenal memiliki warna bulu dominan kuning dan merah. Biasanya, bagian tubuhnya berwarna kuning, sementara bagian kepala berwarna merah atau orange. Burung ini termasuk memiliki nilai jual karena warnanya yang cerah. Lovebird Lutino berusia 2 – 3 bulan dijual seharga Rp 400 ribu, sementara Lovebird Lutino usia 5 – 6 bulan bisa mencapai Rp 700 ribu. Lovebird jenis ini juga sering diikutkan lomba, terutama lomba kecantikan warna dan kicauan.

Jenis Lovebird Lutino sendiri cukup beragam, seperti Lovebird Lutino Golden Cherry (warna kuning, mata gelap), Lovebird Lutino Albino (warna putih, mata merah), Lovebird Lutino (warna kuning mata merah), Lovebird Cinnamon (kecokelatan), dan Lovebird Pied (Bercak-bercak atau blorok). Untuk mencetak Lovebird Lutino, paling gampang dengan mengawinkan Lovebird pejantan hijau normal dengan Lovebird Lutino betina. Biasanya, kombinasi pasangan Lovebird ini akan memperoleh anakan Lovebird Lutino dengan tingkat akurasi 60 persen pada generasi pertama.

20. Lovebird Australian Cinnamon

Lovebird Australian Cinnamon lebih mirip dengan Lovebird Pastel, di mana warna bulunya lebih soft dan kalem. Namun, bila keduanya disejajarkan, maka yang paling terlihat soft adalah Lovebird Australian Cinnamon. Pasalnya, hampir keseluruhan warna tubuh Lovebird Australian Cinnamon terlihat lebih muda dari warna bulu Lovebird yang lain. Kalau dilihat dari jarak jauh, sepertinya varian warnanya tidak akan terlihat dan lebih jelas terlihat warna putihnya saja.

21. Lovebird Violet

ovebird Violet adalah jenis Lovebird yang mengubah warna blue normal di area sponge menjadi warna violet. Lovebird Violet mempunyai factor (penurunan sifat) single (SF) dan Double (Double). Untuk mencetak mutasi warna Lovebird Violet, salah satu indukan harus jenis Lovebird Violet, baik itu jantan maupun betina.

Ciri-ciri Lovebird Violet mempunyai warna bulu biru keunguan atau yang umum disebut Violet. Warna bulu tersebut terlihat di bagian sayap dengan ujung berwarna hitam. Sedangkan, di bagian perut Lovebird berwarna putih, kepalanya dominan hitam, dan paruh putih pucat atau orange tua.

Tak hanya itu, Lovebird Violet mempunyai varian warna lain yang dinamakan Lovebird Pastel Violet. Warna bulu jenis Lovebird ini dominan putih tapi ada warna pastel violet di bagian punggung dan sayapnya. Harga Lovebird Violet dibanderol mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu, tergantung daerah dan usianya.

22. Lovebird Biola

Salah satu jenis Lovebird yang paling mahal adalah Lovebird Biola atau Opaline Fischeri. Mahalnya harga Lovebird Biola tak lepas dari ketersediaannya yang cukup sulit didapat atau langka. Peternak Lovebird sulit mencetak Lovebird Biola, tapi peminatnya sangat banyak, sehingga harganya menjadi mahal.

Seperti kisah yang dialami Om Lalang, pemilik Pecox Bird Farm (BF) Surabaya. Dua tahun lalu, dia menjual 20 pasang indukan Lovebird Biola dan Parblue sekitar Rp 450 juta. Jadi, setiap pasang Lovebird dibanderol sekitar Rp 22,5 juta. Saat itu, pembelinya Om Ahta menukar rumah 8 x 25 m2 seharga Rp 450 juta dengan 10 pasang Lovebird Biola dan 10 pasang Lovebird Parblue.

Harga Lovebird Biola memang tak main-main. Yang paling murah saja, Lovebird Biola standar dijual seharga Rp 5,5 juta. Kalau warnanya agak unik dan eksotis, bisa naik menjadi Rp 7,5 juta. Bahkan, kini harganya lebih gila lagi karena Lovebird Biola Euwing Split Blue import dari Thailand (usia 4 bulan) mencapai Rp 55 juta, seperti yang dikutip dari Olx.

23. Lovebird Dakocan

Lovebird Dakocan terdiri dari lima jenis, yaitu Lovebird Dakocan original, Lovebird Dakocan hijau, Lovebird Dakocan biru, Lovebird Dakocan ungu, dan Lovebird Semi Dakocan. Lovebird yang memiliki nama latin Agapornis Personatus ini biasa disebut Masked Lovebird atau Lovebird bertopeng. Ini dikarenakan muka Lovebird Dakocan yang berwarna gelap seperti topeng.

Lovebird Dakocan berasal dari dataran tinggi pedalaman utara dan tengah Tanzania. Selain itu, Lovebird ini juga banyak dijumpai di Kenya utara dan timur. Lovebird Dakocan sendiri ditemukan pada tahun 1800-an, tetapi tidak ada impor sampai tahun 1920-an.

Ciri-ciri Lovebird Dakocan mempunyai warna tubuh dominan hijau, sebagian warna bulu kepala hitam gelap, dan kerah di leher berwarna kuning. Namun, karena ada mutasi dan perkawinan silang, warna Lovebird Dakocan menjadi bervariasi, seperti Lovebird Dakocan biru dan Lovebird Dakocan ungu. Lalu, untuk harga Lovebird Dakocan (April 2017) mencapai Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu.

24. Lovebird Euwing

Lovebird Euwing atau Ewing ditemukan pertama kali pada tahun 2004 oleh penangkar Lovebird asal Belanda bernama Piet Verhijde. Dia berhasil mencetak Lovebird Euwing dengan mengawinkan indukan Lovebird Lutino Fischeri dan Lovebird hijau standar atau Lovebird Josan.

Mengapa dinamakan Lovebird Euwing? Sebab, Euwing merupakan singkatan dari Eumelamin dan Wing yang artinya sayap. Jadi, sebenarnya keunikan Lovebird Euwing terletak pada warna sayapnya yang bercorak hitam dan kuning.

Ciri-ciri Lovebird Euwing memiliki perpaduan warna dominan hitam dan kuning. Selain itu, warna bulu dada Lovebird Euwing tereduksi menjadi lebih terang (kuning atau putih) dibandingkan dengan warna galur murninya (Wild Type atau Lovebird Green) dan terjadi peningkatan warna gelap atau hitam (Eumelanin) pada kedua sayapnya sehingga berbentuk huruf “V” pada bulu punggung di antara kedua sayapnya, seperti yang dikatakan oleh Irwan Sentosa.

Ketika Lovebird Euwing ditingkatkan warna gelapnya (Dark Factor) menjadi Dark Euwing (D Euwing) atau Dark Dark Euwing (DD Euwing) maka bulu dada Lovebird Euwing akan lebih kelihatan lebih gelap (tidak cerah). Terakhir, harga Lovebird Euwing diketahui mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.

25. Lovebird Import Holland dan Taiwan

Lovebird Import bisa dari mana saja, tapi yang paling banyak berasal dari Holland atau Belanda dan Taiwan. Biasanya, Lovebird Import ukuran tubuhnya lebih besar dari Lovebird lokal asli Indonesia. Selain itu, warna bulunya lebih bagus dan mengkilat bila dibandingkan dengan Lovebird lokal.

Antara Lovebird Holland dan Lovebird Taiwan, katanya lebih bagus Lovebird Holland, terutama dilihat dari sisi postur tubuh dan warna. Namun, kalau dilihat dari sisi suara, pastinya lebih bagus Lovebird Taiwan. Sebab, suara Lovebird Taiwan lebih gacor, keras, dan panjang. Selain itu, Lovebird Taiwan lebih mudah beradaptasi dengan cuaca di Indonesia dan mental tempurnya bagus.

Itu tadi, beberapa jenis Lovebird tercantik lengkap dengan gambarnya. Mungkin masih banyak varian Lovebird yang tidak tercantum dalam daftar ini. Oleh karena itu, kalau Anda mengetahui varian jenis Lovebird yang lain, silakan ditambahkan melalui kolom komentar.

Selain itu kita harus mengetahui bagaimana cara penangkaran Love Bird yang baik dan benar. Dalam usaha banyak sekali cara untuk menghasilkan uang salah satunya dibidang peternakan yaitu burung. Salah satu jenis burung yang sekarang sangat populer adalah Lovebird. Peminatnya semakin hari terus bertambah mulai dari perkotaan sampai pedesaan.Burung lovebird bukan hanya dijadikan binatang peliharaan dan burung kicauan bahkan banyak juga yang membudidayakan untuk mendapatkan penghasilan.

Untuk mencoba dalam beternak lovebird mungkin bagi breeder pemula akan sangat kesulitan dalam menentukan langkah-langkah membudidayakan salah satu jenis burung ini. Beternak lovebird bisa dibilang gampang-gampang susah salah satu kunci sukses beternak burung lovebird anda harus mengetahui tips dan triknya sehingga dengan gampang anda dapat mengatasi permasalahan dan kebutuhan pada saat anda melakukan proses pembudidayaan burung love bird.

Selain mengatasi permasalahan anda juga harus tahu dalam merawatnya apabila anak lovebird sudah mulai menetas dari telurnya.Seorang peternak pasti mempunyai cara sendiri-sendiri dalam menangkarkan burung lovebird.Burung lovebird bersifat monogami namun juga bisa dikembangbiakkan secara poligami.Agar berhasil dalam beternak lovebird anda harus mengetahui langkah-langkah pendukung dalam mengembangbiakkan burung ini.

Langkah-langkah beternak love bird:

A. Memilih Jenis Kelamin Jantan dan Betina

Bagi anda para pemula dalam pemilihan jenis kelamin jantan dan betina pada lovebird mungkin akan menjadi salam satu kendala saat beternak lovebird.Namun anda gak usah khawatir karena ada beberapa cara yang mudah untuk membedakan jenis kelamin lovebird diantaranya :

  1. Bentuk tubuh betina lovebird lebih bulat dan terisi
  2. Jenis betina memiliki tulang panggul yang lebar karena berfungsi untuk mengeluarkan telur
  3. Ingat jangan sampai tertipu dengan lovebird berpasangan karena lovebird jantan bisa berpasangan dengan lovebird jantan lainnya.Pada intinya ada lovebird yang berpasangan dengan sesama jenis.
  4. Postur tubuh betina biasanya lebih besar dibandingan dengan sang jantan namun biasanya ukuran kepala betina lebih kecil.
  5. Pada saat lovebird bertengger anda juga bisa membedakan antara betina dan jantan dengan melihat kakinya.Apabila kaki sedikit renggang biasanya lovebird betina.

B. Ketahui Umur atau Usia Produktif Burung Lovebird

Hal ini sangat penting karena lovebird pada usia 8-9 bulan biasanya lovebird belum matang dalam proses produksi.Idealnya tunggu lovebird sampai umur setahun bagi sang betina.Kalau yang jantan biasanya umur delapan bulan sudah siap kawin.

C. Kandang atau Sangkar Untuk Proses Perjodohan

Sepasang lovebird mungkin akan mudah ditangkarkan dibandingkan dengan dikumpulkan jumlah banyak dalam satu kandang.Idelanya ukuran kandang bisa anda rancang dengan ukuran 40x40x40 dan kandang besi yang berukuran 50x50x50.Kemudian jangan lupa untuk memberikan tempat bertelur atau glodok dengan ukuran 20x20x25 cm.Jangan lupa siapkan bahan sarang berupa serutan kayu kering,rumput kering,sobekan kertas karena pada saat sang betina sudah bertelur biasanya akan mencari bahan sarang untuk menghangatkan telur-telurnya.Dan satu lagi kasih tempat bertengger 1 atau 2 tangkai.

D. Mengawinkan Lovebird Jantan dan Betina

Setelah anda matang menyiapkan kedua jenis lovebird betina dan jantan yang sudah memasuki masa perkawinan maka langkah selanjutnya tempatkan kedua burung dalam satu kandang.Biasanya mereka akan segera kawin dan untuk hasilnya tunggu antara 4 sampai 11 hari setelah perkawinan terjadi..

E. Proses Pengeraman

Usahakan dalam proses pengeraman lingkungan sekitar kandang anda sterilkan agar lovebird lebih fokus mengeram tanpa ada gangguan.Anda jangan sering-sering melihat apalagi sampai memegang telurnya.Tunggulah sampai beberapa hari kira-kira antara 22-25 hari itulah akan terjadi proses penetasan.Namun sebaliknya apabila sudah 25-26 hari telur tidak menetas anda harus segera ambil tindakan mengambil telur tersebut kemungkina telur itu tidak akan menetas alias kopyor.Tindakan tersebut dilakukan agar lovebird bisa segera bertelur kembali.

F. Siapkan Makanan Untuk Anakan dan Indukan Lovebird

Siapkan makanan lovebird indukan berupa kangkung,milet,biji sawi,touge,maupun jewawut. Hal ini penting dilakukan karena sang indukan jantan biasanya akan melolohkan makan yang dikonsumsinya untuk anak-anaknya yang baru menetas. Selain itu makanan juga sangat penting untuk menjaga asupan vitamin dan nutrisi agar burung tetap dalam keadaan sehat.

Ada banyak varian makanan untuk lovebird anakan yang anda bisa beli ditoko penjual makanan burung.Selain itu ada juga makanan yang bisa anda coba seperti bubur bayi caranya campur bubur bayi dengan air hangat secukupnya.Anda bisa menyuapinya dengan menggunakan sendok kecil maupun jarum suntik. Hal ini bisa dilakukan apabila anakan lovebird sudah berusia antara 12 sampai 16 hari. Pemberian pakan usahakan setiap 4 jam sekali tergantung waktu luang anda. Setelah usia lovebird genap satu bulan anda bisa mencoba memberikan makan ditempat makan yang disediakan untuk melatih makan pada anakan lovebird. Makanan yang diberikan bisa berupa telur rebus,potongan sayuran dan potongan buah-buahan.

Ingat jika tujuan anda beternak lovebird untuk menghasilkan keturunan yang memiliki kualitas suara bagus sebaiknya anda memilih betina yang mempunyai kualitas suara super. Namun apabila anda menginginkan varian warna yang bagus anda bisa melakukan eksperiman dengan mengawinkan beberapa indukan betina dalam satu kandung.Kunci dalam beternak lovebird agar berhasil yaitu dengan belajar dan terus belajar.

Sekian artikel dari saya yang merupakan wawancara dengan peternak sukses burung love bird. Jika anda ingin membuat website untuk Kandang / Farm penangkaran love bird anda. silahkan hubungi kami: Temanbisnis.com – Jasa Pembuatan Website & SEO.

Lokasi Penangkaran Burung Love Bird & Kenari – Xozid